Skill diminta
AutoCADCommunicationCreativityLeadershipLogisticsMicrosoft OfficeProcurementSketchUp
Gaji pasar untuk posisi ini
Median Rp4,5 jt/bulan · rentang umum Rp3,4 jt – Rp5,8 jt
Berdasarkan 729 lowongan Supply Chain & Logistics se-Indonesia (semua level).
Gaji lowongan ini setara median pasar.
Lihat data gaji selengkapnya →Deskripsi
- Deskripsi pekerjaan Interior Project Coordinator Penza Interior
- Penza Interior sedang mencari Interior Project Coordinator
Pendidikan
SMK bangunan, Sarjana Teknik, Arsitektur,Interior Desain, atau bidang terkait.
Pengalaman
- Minimal 1 tahun pengalaman sebagai Interior Project Coordinator
- Keterampilan
Mahir dalam Autocad 2D, sketchup akan menjadi point plus, 3D rendering tidak perlu, semua perangkat lunak Microsoft Office, terutama spreadsheet.
- Kepemimpinan yang kuat. Mampu memimpin tim proyek berbagai ukuran dan menyelesaikannya hingga tuntas.
- Kemampuan berpikir kreatif untuk menyelesaikan masalah.
- Terbukti mampu menyelesaikan proyek sesuai dengan lingkup, anggaran, dan tenggat waktu yang ditentukan.
- Mampu bekerja dengan tenggat waktu ketat dan berkembang dalam lingkungan kerja yang cepat.
- Keterampilan interpersonal dan komunikasi yang baik.
- Mampu bekerja mandiri, dalam tim, dan berkolaborasi dengan departemen lain.
- Jobdesk
- Perhitungan kuantitas dan biaya proyek: Membantu Quantity surveyors melakukan perhitungan terhadap jumlah material, tenaga kerja, dan biaya yang dibutuhkan untuk proyek, serta menyusun dokumen Bill of Quantity (BOQ) yang lengkap dan rinci.
- Analisis harga tender: Membantu Quantity surveyors melakukan analisis terhadap harga penawaran dari berbagai vendor, membandingkan harga, kualitas, dan spesifikasi material, serta menyusun laporan analisis harga tender.
- Penyusunan gambar kerja: Membuat gambar kerja detail dan memastikan kesesuaian ukuran dengan kondisi lapangan serta Bill of Quantity (BQ). Semua gambar kerja harus mendapatkan persetujuan Project Manager sebelum dilaksanakan.
- Perencanaan proyek: Menyusun jadwal proyek yang realistis dan membuat kurva S untuk memantau progres.
- Pengawasan produksi: Melakukan pengawasan secara berkala terhadap proses produksi dan memastikan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
- Pelaporan: Menyusun laporan harian mengenai progres pekerjaan, mengidentifikasi kendala yang timbul, dan menyusun rencana solusi.
- Pengadaan material: Menentukan material yang siap dikirim ke lokasi proyek termasuk koordinasi dengan bagian logistik. Semua pengadaan bahan, baik custom maupun non-custom, harus mendapatkan persetujuan dari bagian Purchasing sebelum dilakukan pemesanan.
- Koordinasi lapangan: Melakukan koordinasi dengan seluruh pekerja di lapangan untuk memastikan kelancaran pekerjaan.
- Dokumentasi: Meminta dokumentasi foto dan video secara berkala untuk memantau progres pekerjaan.
- Kunjungan lapangan: Melakukan kunjungan ke lokasi proyek secara berkala untuk memeriksa kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan gambar kerja.
- Penyelesaian masalah: Memberikan solusi yang efektif terhadap permasalahan yang timbul selama pelaksanaan proyek.
- Pengendalian kualitas: Memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, termasuk memeriksa kerapian pemasangan.
- Penyerahan proyek: Melakukan finalisasi pekerjaan untuk serah terima kepada pemilik proyek.
- Dokumentasi akhir: Menyusun gambar “as-built” sebagai dokumentasi akhir proyek.