Skill diminta
CommunicationDelivery
Gaji pasar untuk posisi ini
Median Rp7,2 jt/bulan · rentang umum Rp5,5 jt – Rp8,8 jt
Berdasarkan 71 lowongan Operations Management di Jakarta.
Gaji lowongan ini 45% di bawah median pasar.
Lihat data gaji selengkapnya →Deskripsi
Deskripsi pekerjaan Koordinator Operasional Kargo Lintas Buana Forwarder
JOB DESCRIPTION
STAFF OPERASIONAL LAPANGAN (TRUCKING & CONTAINER)
- Perusahaan: PT Lintas Buana Forwarder
- Divisi: Operasional Trucking
- Posisi: Staff Operasional Lapangan
- Atasan Langsung: Head of Trucking / Koordinator Operasional
1. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
- A. Pengurusan Dokumen Operasional
- Mengantarkan dan mengurus dokumen TILA ke depo atau pihak terkait sesuai instruksi operasional.
- Mengurus pembuatan bon muat dan dokumen lain yang diperlukan untuk pengambilan kontainer.
- Memastikan seluruh dokumen sudah lengkap dan sesuai sebelum proses pengambilan kontainer.
- Melaporkan kepada koordinator apabila terdapat kendala dokumen yang dapat menyebabkan keterlambatan.
- B. Pemeriksaan dan Pemilihan Kontainer
- Memilih kontainer yang kondisinya baik, bersih, layak pakai, dan sesuai kebutuhan pelanggan.
2. Memeriksa kondisi fisik kontainer sebelum diambil, meliputi
- Lantai, dinding, atap, dan pintu kontainer.
- Kebocoran, lubang, karat berat, atau kerusakan lainnya.
- Kebersihan bagian dalam kontainer.
- Kondisi karet pintu dan sistem penguncian.
- Menolak kontainer yang rusak atau tidak layak pakai dan meminta penggantian kepada pihak depo.
- Memastikan nomor kontainer sesuai dengan dokumen pengambilan.
- C. Dokumentasi Kontainer
- Mengambil foto kondisi kontainer sebelum dimuat ke atas truk.
2. Dokumentasi wajib mencakup
- Bagian depan dan belakang kontainer.
- Sisi kanan dan kiri kontainer.
- Bagian dalam kontainer, termasuk lantai, dinding, dan atap.
- Nomor kontainer yang terlihat jelas.
- Kerusakan atau kondisi khusus apabila ditemukan.
- Mengirimkan hasil dokumentasi kepada tim operasional melalui media komunikasi yang ditentukan perusahaan.
- Memastikan dokumentasi lengkap, jelas, dan dapat digunakan sebagai bukti apabila terjadi komplain atau klaim kerusakan kontainer.
- D. Pengawasan Proses Muat Kontainer ke Truk
- Memantau secara langsung proses pengangkatan dan penempatan kontainer ke atas chassis truk.
- Memastikan kontainer yang dimuat adalah kontainer yang telah diperiksa dan disetujui.
- Memastikan nomor kontainer sesuai dengan bon muat dan dokumen operasional.
- Berkoordinasi dengan supir dan operator depo untuk memastikan kontainer ditempatkan dengan benar serta twist lock terkunci sebelum truk berangkat.
- Mengambil foto kontainer setelah dimuat ke atas truk.
- Melaporkan segera apabila terjadi kerusakan, kesalahan pemuatan, atau kendala lainnya.
- E. Koordinasi dan Ketepatan Waktu Supir
- Berkoordinasi secara aktif dengan supir mengenai jadwal, lokasi, dan waktu pengambilan kontainer.
- Memastikan supir sudah siap dan tiba di lokasi sesuai jadwal yang ditentukan.
- Menghubungi supir sebelum jadwal pengambilan untuk memastikan kesiapan kendaraan dan keberangkatan.
- Memantau posisi serta estimasi kedatangan supir agar tidak terjadi keterlambatan.
- Segera melaporkan kepada Head of Trucking apabila supir terlambat, tidak dapat dihubungi, atau tidak siap menjalankan pekerjaan.
- Berkoordinasi dengan tim operasional untuk mencari solusi apabila terdapat hambatan yang berpotensi mengganggu jadwal pengiriman.
- Memastikan proses pengambilan kontainer dilakukan tepat waktu untuk menghindari biaya tambahan, keterlambatan pengiriman, atau komplain pelanggan.
- F. Pelaporan Operasional
- Memberikan pembaruan status pekerjaan secara berkala kepada tim operasional.
2. Melaporkan setiap tahapan pekerjaan, termasuk
- Dokumen TILA selesai diurus.
- Bon muat sudah diterbitkan.
- Kontainer sudah diperiksa dan disetujui.
- Supir sudah tiba di depo.
- Kontainer sudah dimuat ke atas truk.
- Truk sudah keluar dari depo.
- Melaporkan segera setiap kendala di lapangan, termasuk antrean depo, kontainer tidak layak, kendala dokumen, dan keterlambatan supir.
- Mengirimkan seluruh dokumen dan foto pendukung setelah pekerjaan selesai.
2. WEWENANG
- Menolak kontainer yang kondisinya tidak layak dan meminta penggantian kepada pihak depo.
- Mengingatkan supir mengenai kewajiban ketepatan waktu dan kesiapan menjalankan pekerjaan.
- Melaporkan pelanggaran kedisiplinan supir kepada Head of Trucking.
- Meminta bantuan atau instruksi dari atasan apabila terdapat masalah operasional yang tidak dapat diselesaikan di lapangan.
3. TARGET KINERJA (KPI)
- Ketepatan waktu: Proses pengambilan kontainer dilakukan sesuai jadwal yang ditetapkan.
- Kualitas kontainer: Tidak terjadi pengambilan kontainer rusak yang seharusnya dapat terdeteksi melalui pemeriksaan visual.
- Kelengkapan dokumentasi: 100% kontainer yang diambil memiliki dokumentasi foto lengkap.
- Akurasi dokumen: Tidak terjadi kesalahan nomor kontainer atau dokumen akibat kelalaian.
- Koordinasi supir: Setiap potensi keterlambatan supir segera ditindaklanjuti dan dilaporkan kepada atasan.
- Pelaporan: Setiap pekerjaan memiliki laporan status yang jelas dan disampaikan tepat waktu.
4. KUALIFIKASI
- Pendidikan minimal SMA/SMK atau sederajat.
- Diutamakan memiliki pengalaman operasional trucking, depo kontainer, atau freight forwarding.
- Memahami dasar pemeriksaan kondisi kontainer.
- Memiliki kemampuan komunikasi dan koordinasi yang baik.
- Disiplin, teliti, bertanggung jawab, dan mampu bekerja di bawah tekanan.
- Bersedia bekerja secara mobile dan menyesuaikan jadwal dengan kebutuhan operasional.
- Memiliki kendaraan pribadi dan SIM yang masih berlaku.
- Mampu menggunakan WhatsApp dan kamera smartphone untuk pelaporan serta dokumentasi operasional.