Skill diminta
Attention to DetailAuditingHACCPLeadershipProblem Solving
Gaji pasar untuk posisi ini
Median Rp6,5 jt/bulan · rentang umum Rp5,0 jt – Rp7,5 jt
Berdasarkan 224 lowongan QA & Testing se-Indonesia (semua level).
Gaji lowongan ini 38% di bawah median pasar.
Lihat data gaji selengkapnya →Deskripsi
Deskripsi pekerjaan Supervisor Quality Assurance & Higienitas Air Minum Yidukasi Teknologi Indonesia
Deskripsi Pekerjaan
Bertanggung jawab memastikan kualitas dan keamanan air pada unit penglahan air minum, melalui kombinasi kerja laboratorium dan kunjungan rutin ke lokasi. Posisi ini tidak hanya bersifat teknis (QC/QA/higienitas), tetapi juga menuntut kemampuan memimpin tim, merancang sistem kerja, mengambil keputusan.
- Tanggung Jawab Utama
- Teknis Lab & Higienitas
- Melakukan dan mengawasi pengujian kualitas air (fisika-kimia & mikrobiologi) secara berkala
- Melakukan kunjungan rutin (mingguan/bulanan sesuai rotasi) ke titik lokasi untuk sampling dan pemeriksaan langsung
- Mengawasi kebersihan dan sanitasi unit di lapangan
- Mengelola dan mengkalibrasi peralatan laboratorium
- Menyusun dokumentasi mutu dan laporan rutin ke manajemen, termasuk pelaporan ke instansi terkait (Dinkes/BPOM) sesuai kebutuhan
- Kepemimpinan & Manajerial
- Memimpin, mengkoordinasi, dan mengevaluasi kinerja tim lab/lapangan agar seluruh titik terpantau sesuai jadwal
- Menyusun jadwal rotasi kunjungan dan pembagian tugas tim secara efisien untuk ratusan titik lokasi
- Melakukan pelatihan dan coaching rutin kepada staf/tim terkait standar higienitas dan prosedur QC/QA
- Melakukan audit internal berkala dan menindaklanjuti hasilnya dengan rencana perbaikan
- Perancangan Sistem & Strategi
- Merancang dan menyempurnakan SOP pengujian, sampling, serta sanitasi agar sesuai standar Permenkes, BPOM, dan SNI air minum
- Merancang sistem monitoring kualitas air yang efisien untuk cakupan lokasi yang luas dan tersebar
- Mengusulkan perbaikan proses kerja berbasis data hasil pengujian dan temuan lapangan
- Pengambilan Keputusan & Problem Solving
- Mengambil keputusan cepat dan tepat saat ditemukan penyimpangan kualitas air di lapangan (mis. kontaminasi, ketidaksesuaian standar)
- Menganalisis akar masalah (root cause analysis) saat terjadi keluhan atau insiden kualitas, serta menentukan langkah korektif dan preventif