Tugas dan Tanggung Jawab
Merencanakan, mengoordinasikan, dan mengawasi seluruh aktivitas tim teknisi dalam pelaksanaan preventive, corrective, dan emergency maintenance.
Memastikan seluruh mesin produksi, utilitas, dan fasilitas pendukung selalu dalam kondisi siap operasi (machine availability) untuk meminimalkan downtime.
Menyusun jadwal preventive maintenance berdasarkan rekomendasi pabrikan, histori kerusakan, dan kebutuhan operasional.
Menganalisis akar penyebab (Root Cause Analysis/RCA) atas kerusakan mesin yang berulang serta mengimplementasikan tindakan perbaikan jangka panjang.
Melakukan monitoring terhadap performa mesin melalui indikator seperti downtime, MTBF (Mean Time Between Failure), MTTR (Mean Time To Repair), dan efektivitas pemeliharaan.
- Berkoordinasi dengan Production, QA/QC, Warehouse, Purchasing, dan departemen terkait untuk mendukung kelancaran operasional.
- Mengawasi instalasi, commissioning, relokasi, modifikasi, dan perbaikan mesin maupun peralatan produksi.
Memastikan seluruh pekerjaan teknisi dilaksanakan sesuai SOP, Work Instruction, GMP (Good Manufacturing Practices), HACCP, Food Safety Management System, dan standar keselamatan kerja.
Mengawasi pemeliharaan sistem utilitas seperti
- Kelistrikan
- Kompresor udara
- Boiler (jika ada)
- Chiller
- Cold Storage
- Air bersih
- Waste Water Treatment (WWTP) .
- Memastikan ketersediaan spare part, tools, dan consumable maintenance melalui koordinasi dengan bagian Purchasing dan Warehouse.
- Mengontrol penggunaan spare part agar efektif dan sesuai anggaran.
- Menyusun kebutuhan pembelian spare part, peralatan kerja, maupun investasi mesin baru apabila diperlukan.
- Mengawasi pekerjaan vendor atau kontraktor eksternal yang melakukan perbaikan, instalasi, maupun servis mesin.
Memastikan seluruh pekerjaan maintenance terdokumentasi dengan baik melalui maintenance log, work order, checklist inspeksi, dan laporan teknis.
Membuat laporan berkala mengenai aktivitas maintenance, downtime mesin, penggunaan spare part, biaya perawatan, serta rekomendasi perbaikan.
Mengembangkan program continuous improvement untuk meningkatkan efisiensi mesin, mengurangi breakdown, menekan biaya maintenance, dan meningkatkan produktivitas.
- Mengidentifikasi peluang modifikasi atau improvement pada mesin maupun proses untuk meningkatkan performa operasional.
- Memberikan pelatihan, pembinaan, coaching, dan evaluasi terhadap anggota tim teknisi guna meningkatkan kompetensi teknis dan disiplin kerja.
- Melakukan penilaian kinerja bawahan serta memberikan arahan untuk pengembangan tim.
- Memastikan seluruh aktivitas teknisi mematuhi ketentuan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), penggunaan APD, serta standar keamanan pangan.
- Berpartisipasi dalam audit internal maupun eksternal terkait GMP, HACCP, ISO 22000, FSSC 22000, Halal, BPOM, atau standar lain yang berlaku.
- Menyusun anggaran (budget) maintenance tahunan dan melakukan pengendalian biaya agar sesuai dengan target perusahaan.
- Menjalankan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai kebutuhan operasional perusahaan.