Melakukan studi kelayakan tapak (Data Center Site Selection) berdasarkan aspek teknis vital: kapasitas & keandalan daya listrik (power grid/MW), ketersediaan jalur fiber optic (carrier-neutral connectivity), bebas risiko bencana, serta aturan zoning.
Menganalisis lanskap industri Data Center, Cloud Infrastructure, Colocation provider, dan Hyperscaler komparatif (teknologi, harga per kW/rack, ketersediaan jaringan).
Menyusun permodelan komersial & investasi finansial: Capex per MW (Megawatt), Opex Listrik & Cooling, Power Usage Effectiveness (PUE) target, pricing model per rack/kW, serta analisis NPV/IRR.
Merancang strategi penawaran layanan (Colocation, Bare Metal, Managed Cloud) yang sesuai dengan kebutuhan pasar target (Enterprise, Fintech, Cloud Provider).
Memberikan justifikasi kelayakan bisnis (Business Case Proposal) kepada Atasan/Manajemen mengenai ekspansi modul/phase data center baru.
Mengidentifikasi regulasi lokal & standar internasional terkait kedaulatan data, kepatuhan keandalan (Tier II/III/IV Uptime Institute), dan standar sertifikasi hijau (ESG/PUE).
Bekerja sama dengan tim engineering dan commercial sales untuk menyusun go-to-market strategy fasilitas data center.
Kualifikasi
Pendidikan min. S1 Teknik Elektro, Teknik Telekomunikasi, Ilmu Komputer, Teknik Industri, atau Bisnis Teknologi, Teknik Informatika
Pengalaman minimal 4-6 tahun di industri Data Center, Telecom Infrastructure, Cloud Service Provider, atau Technology Advisory.
Paham menyeluruh mengenai konsep dasar Data Center (Tier Standard, Power/Cooling Architecture, MW capacity) dan Cloud Service models (IaaS/PaaS).
Menguasai analisis keuangan proyek infrastruktur teknologi (Total Cost of Ownership - TCO, Revenue per Rack, Capex/MW, IRR, Payback).
Memiliki kemampuan analisis pasar teknologi & competitive bench-marking yang solid.