Perencanaan & Perizinan — memastikan rute, estimasi jarak dan payload dilakukan secara efektif dan efisien, serta bersama pilot mengurus izin terbang dan koordinasi lokasi dengan pihak kebun/klien sebelum operasional dimulai.
Persiapan Operasional — memastikan kesiapan drone (pre-flight check), kesiapan TPH/titik loading-unloading, dan memimpin briefing tim sebelum setiap shift dimulai.
Koordinasi Shift — menyusun jadwal 2 shift (pagi dan siang–malam), menetapkan penugasan Pilot 1/Pilot 2, dan memastikan proses serah terima (handover) antar-shift berjalan lancar dan terdokumentasi.
Monitoring data setiap trip, membandingkan capaian tonase aktual terhadap target harian selama operasional berlangsung.
Manajemen Keselamatan (K3/Safety) — memastikan SOP keselamatan dipatuhi oleh kedua pilot, memiliki otoritas penuh untuk menghentikan sementara (hold) atau menghentikan (stop) operasional bila kondisi cuaca, teknis, atau lingkungan tidak aman.
Manajemen Insiden & Darurat — menjadi penanggung jawab utama saat terjadi insiden/emergency, mengoordinasikan respons, dan melakukan investigasi serta pelaporan pasca-insiden.
Evaluasi & Pelaporan — menyusun laporan harian dan mingguan (capaian, kendala, maintenance), serta rekomendasi perbaikan proses.
Koordinasi Eksternal — menjadi penghubung dengan manajemen kebun/klien dan tim teknis terkait dukungan maintenance.
Manajemen Sumber Daya — memastikan ketersediaan baterai cadangan, suku cadang kritis, serta kondisi armada drone secara keseluruhan.
Kualifikasi & Kompetensi yang Dibutuhkan
Memahami operasional dan keterbatasan teknis drone kargo (payload, endurance, kondisi cuaca operasional).
Kemampuan manajemen tim dan pengambilan keputusan cepat di lapangan.
Kemampuan analisis data operasional (tonase, waktu siklus, downtime) untuk evaluasi kinerja.