Deskripsi pekerjaan Supply Chain Area Coordinator Staff (SCAC) Langkah Kecil Group
Tentang Perusahaan
Kami adalah perusahaan F&B nasional dengan jaringan outlet digital yang terus berkembang di berbagai kota besar Indonesia.
Seiring pengembangan Regional Distribution Center (RDC) dan bertambahnya kebutuhan koordinasi antar-outlet, diperlukan fungsi Supply Chain yang mampu menjaga kelancaran inventory, logistic, serta distribusi barang pada masing-masing area.
Untuk mendukung proses tersebut, kami mencari individu yang teliti, terstruktur, komunikatif, serta mampu mengoordinasikan dan memonitor aktivitas Supply Chain di area secara konsisten.
Posisi
Supply Chain Area Coordinator Staff (SCAC)
Department: Product & Supply Chain
Level: Staff
Status: Full Time
Penempatan: Regional Distribution Center (RDC) - Randugunting, Tegal
Peran Utama
Menjadi koordinator operasional Supply Chain pada area yang ditetapkan, dengan fokus pada aktivitas Inventory, Logistic, kebutuhan outlet, serta koordinasi antara area dengan tim SCM.
SCAC bertanggung jawab melakukan monitoring proses operasional, mengidentifikasi dan melakukan follow-up terhadap permasalahan Supply Chain, memastikan kebutuhan antar-outlet berjalan efektif, serta membantu menjaga implementasi SOP dan kualitas informasi operasional pada area.
Posisi ini juga berperan sebagai penghubung antara outlet, RDC, area operasional, dan fungsi SCM dalam memastikan kebutuhan barang, data, dan penyelesaian permasalahan dapat berjalan sesuai target.
Tujuan dan Hasil yang Diharapkan (Key Result Areas)
A. Area Supply Chain Coordination
Area Supply Chain Coordination
Mengoordinasikan aktivitas Supply Chain, Inventory, dan Logistic pada area yang menjadi tanggung jawab.
Indikator: Aktivitas Supply Chain area dapat berjalan terkoordinasi dan kebutuhan operasional dapat dipenuhi sesuai prioritas.
Data lowongan bersumber dari glints. Tombol “Lamar” mengarahkan Anda ke halaman aslinya.
Outlet & Area Coordination
Memastikan koordinasi kebutuhan barang, informasi, dan aktivitas Supply Chain antara outlet, RDC, serta tim area berjalan efektif.
Indikator: Kebutuhan antar-outlet dan area dapat dikomunikasikan serta ditindaklanjuti dengan jelas dan tepat waktu.
B. Operational Monitoring & Follow-Up
Supply Chain Issue Monitoring
Melakukan monitoring terhadap permasalahan operasional terkait Inventory, Logistic, distribusi, maupun aktivitas Supply Chain lainnya.
Indikator: Permasalahan dapat teridentifikasi lebih awal dan memiliki status tindak lanjut yang jelas.
Inventory & Logistic Follow-Up
Melakukan follow-up terhadap selisih inventory, kendala distribusi, kebutuhan barang, maupun permasalahan operasional lain pada area.
Indikator: Issue tidak berhenti pada identifikasi, tetapi memiliki progress dan penyelesaian yang dapat dimonitor.
SOP Implementation Support
Membantu memastikan aktivitas Supply Chain pada area dijalankan sesuai SOP dan standar perusahaan.
Indikator: Proses operasional lebih konsisten dan ketidaksesuaian terhadap prosedur dapat segera dikomunikasikan serta diperbaiki.
C. Reporting & Analysis
Area Operational Reporting
Menyusun serta menyampaikan laporan dan informasi operasional Supply Chain kepada pihak terkait.
Indikator: Informasi tersedia secara akurat, tepat waktu, dan dapat digunakan untuk monitoring maupun pengambilan keputusan.
Supply Chain Problem Analysis
Membantu melakukan analisis terhadap permasalahan Supply Chain pada area berdasarkan data dan kondisi operasional.
Indikator: Permasalahan memiliki identifikasi penyebab dan rekomendasi tindak lanjut yang relevan.
Operational Improvement Support
Mendukung peningkatan efektivitas dan efisiensi proses Supply Chain, Inventory, dan Logistic pada area.
Indikator: Terdapat perbaikan proses atau tindak lanjut terhadap area yang memiliki kendala atau ketidakefisienan operasional.
Profil Kandidat Ideal
Diutamakan memiliki pengalaman minimal 6 bulan di bidang Warehouse, Inventory, Logistics, atau Supply Chain.
Memahami proses Inventory, Logistic, stock movement, distribusi, FIFO, dan FEFO.
Mampu menggunakan Microsoft Excel / Google Sheets untuk monitoring, rekap, dan pengolahan data.
Mampu melakukan pengecekan dan monitoring terhadap data inventory serta aktivitas operasional.
Memiliki kemampuan komunikasi, koordinasi, dan follow-up yang baik dengan outlet, warehouse, dan tim operasional.
Mampu mengidentifikasi permasalahan serta melakukan analisis operasional sederhana.
Memiliki kemampuan administrasi dan reporting yang rapi, akurat, dan terstruktur.
Mampu bekerja berdasarkan prioritas dan melakukan monitoring terhadap beberapa kebutuhan area secara bersamaan.
Pengalaman menggunakan ERP atau aplikasi Inventory Management System menjadi nilai tambah.
Pengalaman di industri F&B, FMCG, atau distribusi menjadi nilai tambah.
Nilai dan Budaya Kerja
Ownership – mengawal kebutuhan dan permasalahan area sampai memiliki tindak lanjut yang jelas.
Accuracy – menjaga ketelitian dalam data, informasi, dan monitoring operasional.
Problem Solving – mampu memahami masalah, mencari informasi pendukung, dan mendorong penyelesaian.
Collaborative – mampu berkoordinasi dengan outlet, RDC, tim area, dan fungsi SCM secara efektif.
Tujuan Akhir Posisi Ini
Menjaga aktivitas Supply Chain pada area agar berjalan terkoordinasi, terkontrol, dan responsif terhadap kebutuhan operasional.
SCAC diharapkan mampu menjadi penghubung yang efektif antara outlet, area, RDC, dan fungsi SCM, memastikan permasalahan Inventory maupun Logistic memiliki tindak lanjut yang jelas, serta membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional Supply Chain di area.