Median Rp6,9 jt/bulan · rentang umum Rp5,5 jt – Rp9,3 jt
Berdasarkan 100 lowongan Supply Chain & Logistics level Manajer se-Indonesia.
Lihat data gaji selengkapnya →Pendidikan minimal S1 Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Industri, atau jurusan teknik lain yang relevan.
Memiliki pengalaman kerja di bidang Engineering/Maintenance pada industri manufaktur, diutamakan memiliki pengalaman memimpin tim engineering di level manajerial.
Memiliki pemahaman yang kuat mengenai sistem mekanikal dan elektrikal serta pengoperasian dan pemeliharaan mesin produksi.
Menguasai manajemen pemeliharaan mesin dan fasilitas produksi, termasuk Total Productive Maintenance (TPM), preventive maintenance, dan predictive maintenance.
Memahami pengelolaan utilitas pabrik, seperti sistem HVAC, refrigerasi, boiler, dan kompresor; pengalaman pada sistem tersebut menjadi nilai tambah.
Mampu menganalisis dan mengevaluasi kinerja mesin menggunakan indikator MTBF, MTTR, dan OEE untuk meningkatkan keandalan serta efisiensi operasional.
Memiliki kemampuan dalam perencanaan dan pengendalian anggaran engineering, pengelolaan spare part, serta optimalisasi biaya pemeliharaan.
Memiliki pengalaman dalam pengelolaan CAPEX, perencanaan proyek engineering, instalasi mesin, modifikasi fasilitas, dan peningkatan kapasitas produksi.
Memiliki kemampuan leadership yang kuat dalam mengarahkan, mengembangkan, dan mengevaluasi kinerja tim engineering dan maintenance.
Mampu mengambil keputusan secara tepat, melakukan analisis masalah, serta menentukan tindakan perbaikan untuk mengatasi gangguan mesin dan kendala operasional.
Mampu mengelola vendor, kontraktor, dan pihak eksternal untuk memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi, jadwal, anggaran, dan standar keselamatan kerja.
Memiliki kemampuan analitis, problem solving, serta berorientasi pada efisiensi biaya dan peningkatan keandalan mesin.
Memahami penerapan K3 di area kerja engineering serta mampu memastikan seluruh aktivitas pemeliharaan dan proyek berjalan sesuai standar keselamatan.
Mampu bekerja di bawah tekanan, memiliki inisiatif tinggi, serta siap menangani kebutuhan operasional dan gangguan produksi yang bersifat mendesak.
Merencanakan, mengarahkan, dan mengawasi seluruh aktivitas Engineering dan Maintenance untuk memastikan mesin produksi, fasilitas pabrik, dan utilitas beroperasi secara optimal.
Menyusun dan mengimplementasikan strategi pemeliharaan mesin melalui program preventive maintenance, predictive maintenance, dan Total Productive Maintenance (TPM) guna meminimalkan downtime.
Memastikan ketersediaan dan keandalan mesin produksi serta utilitas pendukung agar proses operasional berjalan sesuai target perusahaan.
Menganalisis performa mesin berdasarkan indikator MTBF, MTTR, OEE, dan downtime serta menetapkan langkah perbaikan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Mengidentifikasi akar permasalahan kerusakan mesin dan gangguan teknis, serta mengoordinasikan tindakan korektif dan pencegahan agar masalah tidak terulang.
Mengelola anggaran operasional engineering dan maintenance, termasuk pengendalian biaya perbaikan, pengadaan spare part, serta optimalisasi penggunaan sumber daya.
Merencanakan dan mengawasi pelaksanaan proyek CAPEX, instalasi mesin baru, modifikasi peralatan, peningkatan kapasitas produksi, dan pengembangan fasilitas pabrik.
Memastikan ketersediaan, pengendalian stok, dan ketepatan pengadaan spare part sesuai kebutuhan operasional dan tingkat kekritisan mesin.
Mengawasi pengelolaan utilitas pabrik, termasuk sistem kelistrikan, HVAC, refrigerasi, boiler, kompresor, dan fasilitas pendukung lainnya sesuai kebutuhan perusahaan.
Memimpin, mengembangkan, dan mengevaluasi kinerja tim engineering dan maintenance melalui pembagian tugas, penetapan target, pelatihan, dan peningkatan kompetensi teknis.
Mengelola hubungan dan mengevaluasi kinerja vendor serta kontraktor untuk memastikan kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, efisiensi biaya, dan kepatuhan terhadap standar perusahaan.
Memastikan seluruh kegiatan engineering, perawatan mesin, dan proyek memenuhi standar K3 serta prosedur keselamatan kerja yang berlaku.
Berkoordinasi dengan departemen Produksi, QA/QC, Warehouse, PPIC, dan departemen terkait untuk mendukung kelancaran operasional serta penyelesaian kendala teknis.
Menyusun dan menyampaikan laporan berkala mengenai kondisi mesin, downtime, realisasi biaya, pencapaian KPI, progres proyek, dan rekomendasi peningkatan kinerja engineering kepada manajemen.
Mengidentifikasi peluang peningkatan efisiensi energi, pengurangan biaya pemeliharaan, dan optimalisasi aset untuk mendukung produktivitas serta keberlanjutan operasional perusahaan.
Data lowongan bersumber dari jobstreet. Tombol “Lamar” mengarahkan Anda ke halaman aslinya.