Median Rp5,5 jt/bulan · rentang umum Rp5,1 jt – Rp5,8 jt
Berdasarkan 17 lowongan Production level Menengah se-Indonesia.
Lihat data gaji selengkapnya →Pendidikan minimal S1 Teknik Industri, Teknik Mesin, Teknik Kimia, atau jurusan teknik lain yang relevan.
Memiliki pengalaman di bidang Process Engineering, Industrial Engineering, Manufacturing Improvement, atau Continuous Improvement pada industri manufaktur.
Memahami dan mampu melakukan process mapping, line balancing, time study, serta perhitungan kapasitas produksi untuk mengoptimalkan proses kerja.
Melakukan pemetaan dan analisis proses produksi untuk mengidentifikasi hambatan, pemborosan, serta peluang peningkatan efisiensi operasional.
Melakukan line balancing, time study, dan perhitungan kapasitas produksi untuk mengoptimalkan alur kerja, pemanfaatan tenaga kerja, serta penggunaan mesin.
Menganalisis pencapaian OEE, yield, produktivitas, dan production loss guna mengidentifikasi penyebab ketidakefisienan serta menentukan prioritas perbaikan.
Mengembangkan dan mengimplementasikan inisiatif Lean Manufacturing dan Continuous Improvement untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan efisiensi biaya.
Melakukan Root Cause Analysis (RCA) terhadap permasalahan proses produksi serta menyusun rekomendasi tindakan korektif dan pencegahan.
Memimpin proyek improvement dari tahap identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis, perencanaan, hingga implementasi dan evaluasi hasil.
Menyusun business case dan melakukan perhitungan ROI, cost saving, serta analisis manfaat dan biaya untuk mendukung pengambilan keputusan proyek.
Melakukan trial dan pengujian terhadap metode kerja, parameter proses, atau perubahan alur produksi serta mengevaluasi hasilnya sebelum implementasi.
Memantau efektivitas hasil improvement melalui pengukuran KPI dan memastikan perbaikan yang telah diterapkan dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
Berkoordinasi dengan departemen Produksi, QA/QC, Engineering, PPIC, dan departemen terkait untuk memastikan implementasi perbaikan berjalan sesuai target tanpa mengabaikan standar kualitas, keamanan pangan, dan keselamatan kerja.
Menyusun dan memperbarui dokumentasi proses, standar kerja, instruksi kerja, serta data teknis yang berkaitan dengan perubahan dan peningkatan proses produksi.
Mengolah dan menyajikan data operasional menggunakan perangkat analisis yang relevan untuk mendukung evaluasi kinerja dan identifikasi peluang improvement.
Memberikan rekomendasi teknis terkait optimalisasi mesin, metode kerja, tata letak, penggunaan sumber daya, dan alur produksi.
Menyusun laporan proyek improvement yang mencakup kondisi awal, analisis permasalahan, tindakan yang dilakukan, hasil implementasi, serta pencapaian efisiensi atau penghematan biaya.
Mendorong budaya perbaikan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan tim operasional dan penerapan solusi berbasis data di area produksi.
Data lowongan bersumber dari jobstreet. Tombol “Lamar” mengarahkan Anda ke halaman aslinya.