Skill diminta
Food SafetyHACCPQuality Control
Gaji pasar untuk posisi ini
Median Rp6,3 jt/bulan · rentang umum Rp5,0 jt – Rp7,6 jt
Berdasarkan 107 lowongan Production level Manajer se-Indonesia.
Lihat data gaji selengkapnya →Deskripsi
Kualifikasi
- Pendidikan minimal S1 Teknik Industri, Teknologi Pangan, Teknik Mesin, atau jurusan lain yang relevan.
- Memiliki pengalaman kerja di bidang produksi/manufaktur, diutamakan pada industri makanan (food manufacturing).
- Memahami proses produksi, alur kerja manufaktur, serta pengendalian proses produksi.
- Memahami penerapan GMP, HACCP, dan standar keamanan pangan (
- food safety
- ).
- Memahami dan mampu melakukan monitoring terhadap OEE, yield, produktivitas, dan efisiensi produksi.
- Memahami konsep Lean Manufacturing dan Continuous Improvement untuk meningkatkan efektivitas proses produksi.
- Mampu melakukan analisis dan penyelesaian masalah menggunakan metode Root Cause Analysis (RCA), seperti 5 Why, Fishbone Diagram, dan Pareto.
- Mampu melakukan perencanaan tenaga kerja (
- manpower planning
- ) dan pengaturan keseimbangan beban kerja lini produksi (
- line balancing
- ).
- Memiliki kemampuan leadership yang kuat dan berpengalaman dalam mengelola serta mengarahkan operator dalam jumlah besar.
- Tegas, disiplin, dan mampu membangun kerja sama tim serta mengambil keputusan secara cepat dan tepat di area produksi.
- Memiliki kemampuan problem solving, analytical thinking, komunikasi, dan orientasi terhadap pencapaian target.
- Mampu bekerja di bawah tekanan, memiliki daya tahan kerja yang baik, serta mampu menghadapi tantangan operasional produksi.
- Bersedia bekerja dengan sistem shift dan mengikuti kebutuhan operasional perusahaan.
Tugas dan Tanggung Jawab
Mengawasi dan memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai dengan target, jadwal, standar kualitas, dan prosedur operasional yang telah ditetapkan.
- Mengatur, mengarahkan, dan mengawasi kinerja operator serta memastikan kebutuhan tenaga kerja di setiap lini produksi terpenuhi.
- Memastikan pencapaian target produksi berdasarkan aspek kuantitas, kualitas, produktivitas, efisiensi, dan ketepatan waktu.
- Memastikan penerapan GMP, HACCP, food safety, serta standar kebersihan dan keselamatan kerja di area produksi.
Melakukan monitoring terhadap pencapaian OEE, yield, produktivitas, dan efisiensi produksi serta menyusun laporan hasil produksi secara berkala.
Mengidentifikasi dan menganalisis kendala produksi, melakukan Root Cause Analysis (RCA), serta menetapkan tindakan perbaikan untuk mencegah terulangnya masalah.
- Mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja, mesin, bahan baku, dan waktu produksi untuk meningkatkan efisiensi operasional.
- Melakukan evaluasi terhadap proses kerja dan mengembangkan inisiatif perbaikan berkelanjutan (
- Continuous Improvement
- ) guna meningkatkan produktivitas.
Berkoordinasi dengan departemen Quality Control/Quality Assurance, Engineering, Warehouse, PPIC, dan departemen terkait untuk memastikan kelancaran proses produksi.
Memastikan kesiapan mesin, peralatan, bahan baku, dan fasilitas produksi sebelum proses produksi dimulai serta menindaklanjuti kendala yang terjadi selama operasional.
- Menegakkan kedisiplinan, kepatuhan terhadap SOP, dan standar kerja operator serta melakukan pembinaan dan evaluasi kinerja tim.
- Menyusun laporan produksi, pencapaian target, kendala operasional, penggunaan bahan baku, serta rekomendasi perbaikan kepada atasan.
Mengambil keputusan operasional secara cepat dan tepat untuk mengatasi hambatan produksi dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan pangan, dan keselamatan kerja.